Protokol Penggunaan Sonikator Multisampel Hielscher dalam Analisis Biofilm dan Proteomik
Penggunaan sonikator multisampel, seperti VialTweeter Multi-Tube Sonicator dan UIP400MTP Microplate Sonicator, menyederhanakan alur kerja laboratorium untuk aplikasi dengan kapasitas pemrosesan sampel yang tinggi. Kedua perangkat memungkinkan pemrosesan ultrasonik yang presisi dan seragam pada beberapa sampel, sehingga meminimalkan variabilitas dan meningkatkan reproduksibilitas. Hal ini sangat menguntungkan dalam eksperimen yang memerlukan lisis sampel, pelepasan biofilm, ekstraksi protein, atau digesti proteolitik yang konsisten, ketika metode manual atau metode untuk satu sampel kurang efisien dan rentan terhadap ketidakkonsistenan.
Sederhanakan Alur Kerja dengan Sonikator Multisampel
UIP400MTP, misalnya, memungkinkan perlakuan ultrasonik secara simultan pada sumur mikroplat, sehingga memastikan pelepasan biofilm atau material seluler yang seragam. Sementara itu, VialTweeter memberikan lisis dan homogenisasi yang presisi pada beberapa sampel dalam tabung tanpa kontaminasi silang. Sonikator ini secara signifikan mengurangi waktu pemrosesan, meningkatkan reproduksibilitas eksperimen, dan mempertahankan integritas sampel yang tinggi, sehingga menjadi alat yang sangat diperlukan dalam penelitian mikrobiologi, proteomik, dan biologi molekuler.
Berikut adalah protokol terperinci yang mencontohkan penggunaan model sonikator multisampel Hielscher, yaitu VialTweeter Multi-Tube Sonicator dan Microplate Sonicator UIP400MTP, dalam penelitian yang melibatkan pembentukan biofilm E. coli dan analisis proteomik selanjutnya.
Multi-Well Plate Sonicator UIP400MTP – preparasi sampel yang andal dengan kapasitas pemrosesan sampel yang tinggi
Protokol: Pembentukan Biofilm, Pelepasan, dan Analisis Proteomik Menggunakan Sonikator Multisampel Hielscher
1. Preparasi Kultur Bakteri
- Kulturkan bakteri E. coli (galur W3110) pada 30°C, suhu yang mendukung pembentukan biofilm E. coli, dalam medium kaldu tripton (TB) yang mengandung:
– 10 g/L tripton
– 5 g/L NaCl - Tambahkan antibiotik sesuai kebutuhan untuk memastikan retensi plasmid.
- Untuk studi mikroskopi dan aktivitas promotor, gunakan galur E. coli W3110 dengan reporter enhanced GFP (eGFP) genomik di bawah kendali promotor rplL.
- Gunakan plasmid reporter GFP untuk berbagai promotor (misalnya, csgA, csgD, fliA, fliC, flhD ) untuk mengukur aktivitas promotor.
2. Kultivasi dan Pelepasan Biofilm
- Inokulasikan 1,5 mL kultur bakteri yang telah diencerkan per sumur ke dalam plat 12 sumur (plat 12 sumur CellStar, Greiner Bio-One).
- Inkubasi agar biofilm terbentuk.
- Buang kultur planktonik (yang tidak melekat) dengan hati-hati.
– Cuci setiap sumur dengan 500 µL PBS.
– Lepaskan sel yang melekat dengan melakukan sonikasi pada plat 12 sumur menggunakan sonikator mikroplat UIP400MTP. UIP400MTP memastikan pelepasan yang seragam dengan menyalurkan energi ultrasonik yang konsisten ke seluruh sumur.
– Pengaturan sonikasi: amplitudo 60%, mode siklus: 60 sec AKTIF / 30 sec NONAKTIF.
3. Pemanenan dan Lisis Sel
- Sentrifugasi sel biofilm yang telah dilepaskan pada 4.500 g selama 5 menit.
- Cuci sel yang mengendap sebagai pelet dengan PBS.
- Resuspensikan sel dalam 100 µL natrium lauroil sarkosinat (SLS) 2% dan inkubasi pada 95°C selama 15 menit.
- Lakukan sonikasi menggunakan VialTweeter Multi-Tube Sonicator untuk memastikan lisis sel yang sempurna.
– Pengaturan sonikasi: amplitudo 100%, 50 s AKTIF / 10 s NONAKTIF dengan waktu operasi total 10 min; pertahankan sampel di atas es.
4. Reduksi dan Alkilasi
- Tambahkan 5 mM Tris(2-karboksietil)fosfin (TCEP) untuk mereduksi ikatan disulfida dan inkubasi pada 95°C selama 15 menit.
- Alkilasi protein dengan 10 mM iodoasetamida selama 30 menit pada 25°C.
5. Kuantifikasi dan Digesti Protein
- Sentrifugasi lisat untuk menghilangkan debris.
- Kuantifikasi kandungan protein total menggunakan Pierce BCA Protein Assay Kit.
- Lakukan digesti terhadap 50 µg protein total dengan 1 µg tripsin dalam larutan yang mengandung 2% SLS dan 100 mM amonium bikarbonat.
- Inkubasi reaksi digesti semalaman pada 30°C.
6. Pemurnian Peptida
- Endapkan SLS dengan menambahkan asam trifluoroasetat (TFA) 1,5%, lalu sentrifugasi.
- Murnikan peptida menggunakan kolom microspin C18.
- Keringkan peptida yang telah dimurnikan dan resuspensikan dalam TFA 0,1%.
7. Kromatografi Cair–Spektrometri Massa (LC-MS/MS)
- Analisis peptida menggunakan spektrometer massa Q-Exactive Plus yang dikopel dengan sistem Ultimate 3000 RSLC nano.
- Pisahkan peptida menggunakan kolom HPLC fase terbalik (75 µm × 42 cm) yang diisi dengan resin C18 (2,4 µm).
- Terapkan gradien dari 2% hingga 35% pelarut B (asetonitril dengan asam format 0,15%) selama 140 menit.
- Akuisisi data menggunakan pemindaian MS beresolusi tinggi yang diikuti dengan pemindaian MS/MS tandem terhadap 10 ion dengan intensitas tertinggi.
8. Analisis Data
- Proses data LC-MS mentah menggunakan perangkat lunak Progenesis.
- Ekspor berkas .mgf dan analisis berkas tersebut dengan MASCOT.
- Lakukan kuantifikasi peptida menggunakan SafeQuant untuk pengendalian mutu dan penyesuaian penemuan palsu.
- Lakukan seluruh eksperimen dalam dua atau tiga ulangan untuk memastikan reproduksibilitas.
Sonikator Multisampel untuk Preparasi Sampel dengan Kapasitas Pemrosesan Sampel yang Tinggi
Model sonikator multisampel VialTweeter dan UIP400MTP secara signifikan meningkatkan presisi dan efisiensi alur kerja eksperimen, terutama dalam penelitian biofilm dan proteomik. Kemampuannya untuk memproses beberapa sampel secara seragam memastikan kapasitas pemrosesan sampel yang tinggi tanpa mengorbankan kualitas data. Manfaat ini, dipadukan dengan alur kerja yang disederhanakan sebagaimana diuraikan di atas, menjadikan sonikator multisampel Hielscher alat yang esensial untuk penelitian biologi modern.
- efisiensi tinggi
- teknologi mutakhir
- keandalan & ketangguhan
- kontrol proses yang presisi dan dapat disesuaikan
- batch & inline
- untuk volume berapa pun
- perangkat lunak cerdas
- fitur cerdas (misalnya, dapat diprogram, pencatatan data, kontrol jarak jauh)
- mudah dan aman dioperasikan
- kebutuhan perawatan rendah
- CIP (pembersihan di tempat)
Desain, Manufaktur, dan Konsultasi – Kualitas Buatan Jerman
Sonikator Hielscher dikenal luas karena standar kualitas dan desainnya yang tertinggi. Ketangguhan dan kemudahan pengoperasiannya memungkinkan integrasi sonikator kami ke dalam fasilitas industri dengan lancar. Kondisi berat dan lingkungan yang menuntut dapat ditangani dengan mudah oleh sonikator Hielscher.
Hielscher Ultrasonics adalah perusahaan bersertifikasi ISO dan memberikan perhatian khusus pada sonikator berkinerja tinggi yang dilengkapi teknologi mutakhir serta mudah digunakan. Tentu saja, sonikator Hielscher memenuhi ketentuan CE dan persyaratan UL, CSA, serta RoHs.
Literatur / Referensi / Lembar Fakta
- Download PDF “Protocol using Hielscher Multi-Sample Sonicators in Biofilm and Proteomic Analysis” – Hielscher Ultrasonics
- FactSheet UIP400MTP – High-throughput Sonicator for Multiwell-Plates
- FactSheet VialTweeter – Simultaneous sonication of closed vials
- Shirley J.D., Nauta K.M., Carlson E.E. (2022): Live-Cell Profiling of Penicillin-Binding Protein Inhibitors in Escherichia coli MG1655. ACS Infectious Diseases Jul 8;8(7); 2022. 1241-1252.
- Teteneva N.A., Mart’yanov S.V., Esteban-López M., Kahnt J., Glatter T,. Netrusov A.I., Plakunov V.K., Sourjik V. (2020): Multiple drug-induced stress responses inhibit formation of Escherichia coli biofilms. Applied Environmental Microbiology 2020: 86:e01113-20.
- Lauren E. Cruchley-Fuge, Martin R. Jones, Ossama Edbali, Gavin R. Lloyd, Ralf J. M. Weber, Andrew D. Southam, Mark R. Viant (2024): Automated extraction of adherent cell lines from 24-well and 96-well plates for multi-omics analysis using the Hielscher UIP400MTP sonicator and Beckman Coulter i7 liquid handling workstation. Metabomeeting 2024, University of Liverpool, 26-28th November 2024.
- De Oliveira A, Cataneli Pereira V, Pinheiro L, Moraes Riboli DF, Benini Martins K, Ribeiro de Souza da Cunha MDL (2016): Antimicrobial Resistance Profile of Planktonic and Biofilm Cells of Staphylococcus aureus and Coagulase-Negative Staphylococci. International Journal of Molecular Sciences 17(9):1423; 2016.
- Martins KB, Ferreira AM, Pereira VC, Pinheiro L, Oliveira A, Cunha MLRS (2019): In vitro Effects of Antimicrobial Agents on Planktonic and Biofilm Forms of Staphylococcus saprophyticus Isolated From Patients With Urinary Tract Infections. Frontiers in Microbiology 2019.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa Itu Biofilm?
Biofilm adalah komunitas mikroorganisme terstruktur yang tertanam dalam matriks ekstraseluler (ECM) yang diproduksinya sendiri dan melekat pada permukaan. Biofilm memberikan perlindungan terhadap tekanan lingkungan, antibiotik, dan sistem imun, sehingga berkontribusi pada infeksi persisten dan pengotoran biologis.
Apa Itu Pelepasan Biofilm?
Pelepasan biofilm adalah proses ketika sel mikroba atau kelompok sel terpisah dari struktur biofilm, baik secara aktif (melalui degradasi enzimatik atau quorum sensing) maupun secara pasif (akibat gaya geser, berkurangnya nutrien hingga habis, atau disrupsi mekanis). Hal ini memfasilitasi penyebaran biofilm dan kolonisasi permukaan baru.
Apa Itu Protein Terkait Biofilm?
Protein terkait biofilm (BAPs) adalah protein permukaan mikroba atau protein yang disekresikan oleh mikroba yang berperan penting dalam pembentukan, stabilitas, dan adhesi biofilm. Protein ini mencakup adhesin, enzim ekstraseluler, dan protein struktural seperti serat curli pada E. coli atau BapA pada Staphylococcus aureus.
Apa Itu ECM dalam Biofilm?
Matriks ekstraseluler (ECM) dalam biofilm adalah jaringan kompleks yang terdiri atas polisakarida, protein, DNA ekstraseluler (eDNA), dan lipid yang menyelubungi sel mikroba. Matriks ini memberikan integritas struktural, memediasi adhesi, mempertahankan kelembapan, dan meningkatkan ketahanan biofilm terhadap antimikroba serta pertahanan inang.
Apa Fungsi Serat Curli?
Serat curli adalah fibril amiloid ekstraseluler yang diproduksi oleh Escherichia coli dan bakteri terkait, yang berperan penting dalam pembentukan biofilm, adhesi pada permukaan, dan kolonisasi inang. Serat ini berkontribusi pada integritas biofilm, meningkatkan ketahanan terhadap tekanan lingkungan, dan memfasilitasi interaksi dengan jaringan inang selama infeksi. Selain itu, serat curli berperan dalam mendorong aktivasi sistem imun dan telah dikaitkan dengan persistensi serta patogenisitas bakteri.
Hielscher Ultrasonics memproduksi homogenizer ultrasonik berkinerja tinggi mulai dari skala laboratorium hingga skala industri.
